Minggu, 20 Oktober 2013

Penyesalan

aku duduk termangu menatap handphoneku yang sedari tadi berdering, melihat nama yang tertera dilayar handphoneku membuatku malas mengangkat telefon itu. Berkali-kali handphone-ku berdering, berkali-kali pula aku mematikannya dengan sengaja. Rasanya aku ingin sekali menghancurkan benda itu.
                Orang itu tak pantang menyerah bukan hanya menelefonku, ia juga terus mengirimku pesan singkat yang sangat jelas tidak akan kubaca. Pesan itu menumpuk dikotak masuk handphoneku tanpa kubuka satupun. Aku sangat malas saat ini bertemu atau berbincang dengannya.
                Rio. Ya, laki-laki itu adalah Rio, kekasihku dari dua tahun yang lalu. Laki-laki yang menurutku membosankan, tidak perhatian dan juga selalu menjaga imagenya agar terlihat selalu baik. Hubungan kami datar. Sangat datar. Itu yang membuatku sangat malas untuk bertemu dengannya padahal beberapa hari lagi adalah peringatan hari jadi kami yang ke-3. Aku bisa menebak dia tidak akan melakukan apapun untuk hari yang menurut semua orang spesial itu.
                Rio hanya mengucapkan ‘happy anniversary’ dan setelah itu tidak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulutnya. Kalau aku mencoba mengingat-ingat hal spesial apa yang dia lakukan padaku? Yap tentu, saja jawabannya ‘nothing special to be your girl.  
                Aku akui Rio tampan, pintar dan juga suaranya sangat bagus. Tapi lebih dari itu Rio bukan apa-apa untukku. Dia tidak mengerti memperlakukan aku dengan baik. Disaat aku marah ia hanya diam bahkan kadang ia pergi meninggalkanku yang sedang naik darah. bahkan aku meragukan ia menyayangi aku atau hanya sedang bermain-main denganku, karena Rio tidak pernah menciumku seperti yang dilakukan pria lain kepada kekasihnya. Dia memang benar-benar membosankan.
                “Lea…….” Suara mama terdengar dibalik pintu kamarku.
                “iya ma?”
                “tadi Rio nelfon kerumah, dia pesen ke mama buat ngangkat telefon dari dia” mama bicara tanpa membuka pintu kamarku.
                “okee ma” jawabku seakan tidak ingin mama tahu tentang kejahatan anaknya ini, tidak memberi kabar pada Rio selama tiga hari.
               
Mataku melirik handphone-ku yang tergeletak dan tidak berbunyi lagi, rasa penasaran mengelabui hatiku untuk melihat pesan-pesan yang Rio kirim. Aku mengambil handphone-ku dan menggenggamnya untuk beberapa saat. Baca atau tidak? Baca? Tidak! Aku tidak akan membaca pesannya, Rio harus diberi pelajaran. Dia harus mengerti gimana rasanya tidak diperhatikan.
Aku menaruh kembali handphoneku diatas kasur dan bersiap-siap mandi untuk pergi hang out dengan Sarah sahabatku. Dari kamar mandi aku dapat mendengar ringtone handphoneku kembali berdering, aku hanya tertawa puas melihat kekhawatiran Rio.
Setelah mandi aku berdandan secantik mungkin dengan dress hitam selutut dan sepatu heels hitam yang dihiasi glitter pemberian Rio. Aku memakai ini bukan karena pemberian Rio tapi karena aku sangat menyukai desain sepatu ini dan kebetulan cocok dengan bajuku.
Tiba-tiba terdengar lagi handphoneku berdering, aku melihat siapa yang menelfon, apakah itu Rio? Bukan itu bukan telfon dari Rio akan tetapi dari Sarah.
“hallo Sar, aku udah siap nih” aku mengangkat telefon dengan riang.
“Lea! Rio… kecelakaan!!! Dan dia meninggal ditempat” jawaban Sarah dari ujung sana membuat seluruh badanku kaku. Aku tidak bisa mengatakan sepatah katapun.
Aku segera menghubungi handphone Rio. Berkali-kali tidak ada jawaban. Akhirnya aku memutuskan untuk menelfon orangtua Rio dan mereka mengatakan hal yang sama. Batinku terasa sakit, airmataku turun tak terkendali, dadaku sesak.
Tiba-tiba aku teringat pesan dari Rio yang sengaja tidak aku buka. Aku menguatkan diriku untuk membuka pesan-pesan tersebut.






2 hours ago
From     :  Rio
·         Angkat telefon aku….
·         Kamu kenapa gak ada kabar sih?
·         Aku ingin denger suara kamu Lea L
·         Lea, aku tau aku adalah laki-laki yang membosankan untuk kamu. Tapi satu hal yang kamu harus tau ‘aku sayang banget sama kamu’. Maafin aku yang gak pernah menjadi pria romantic yang gak pernah bisa mencium kamu, kamu harus tahu Lea, kamu adalah wanita spesial untuk aku dan aku tidak akan pernah menyentuh kamu. Aku sedih melihat kamu marah karena aku telah mengecewakanmu berulang-ulang, aku tau diri dan pergi agar kita tidak bertengkar. Tapi kamu harus tahu ‘jangan pernah meragukan rasa sayang aku sama kamu’. Aku memang bukan laki-laki yang pandai merangkai kata-kata seperti yang kamu ingin kan tapi aku adalah laki-laki yang akan merangkai kata-kata ijab qobul didepan ayahmu.
“Rio….” Hanya itu yang bisa kulakukan sekarang. Aku berharap dengan aku memanggil namamu kau akan kembali. Aku berharap ini semuanya hanya mimpi dan saat aku terbangun Rio ada disampingku.
                Seketika memori bersama melintas difikiranku. Rio selalu marah saat aku menjadi pusat perhatian laki-laki lain karena rok ku yang terlalu pendek, sesegera mungkin ia akan menutupi kaki indahku dengan jaket miliknya, Rio selalu berkorban untukku terutama saat aku sakit ia rela datang kerumahku disela istirahat kerjanya hanya untuk membawa makanan favoritku dan juga memastikan aku meminum seluruh obatku.
                “Rioooooo!!!”aku tidak bisa membendung tangisku, aku ingin bercerita pada malaikat agar membimbingmu kembali.
                                                                                               
4 hari berlalu setelah kepergian Rio, aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa hari ini Rio tidak didunia lagi. Setiap hari aku selalu memainkan lagu-lagu favorit Rio hanya untuk membunuh rinduku padanya.
Tok…tok….tok….
              “Lea, ini ada kiriman paket tadi pagi buat kau” mama diluar sana beberapa kali mencoba mengetuk pintu kamarku.
                    Dengan sedikit lunglai aku berjalan menuju pintu dan membuka pintu kamarku. Aku melihat wajah mama yang terlihat sangat khawatir melihat keadaanku. Mama memberikan dua kotak besar itu ketanganku.
                    Aku kembali menutup pintu kamarku, aku meletakan dua kotak tersebut diatas kasur. Siapa yang mengirim hadiah disaat aku sedang berduka? Rasa penasaranpun membuat aku membuka kotak pertama yang bewarna ungu.
                    ‘Happy Anniversary ke-3 My Lea Diandra’ itu tulisan diatas sebuah cake tiramisu favoritku. Rio? Apakah Rio masih hidup? Tidak mungkin, aku sendiri melihat jasadnya masuk kedalam tanah saat itu. Siapa yang mengerjainya seperti ini?
                    Lea membuka kotak yang lebih kecil dari yang sebelumnya. Didalam kotak tersebut ada sepasang boneka Teddy Bear dan sebuah kepingan CD. Lea segera mengeluarkan kepingan CD tersebut dan memasukannya kedalam DVD playernya.
                    “Rio?” ya Rio yang berada didalam layar televisinya.
  “Happy Anniversary yang ke 3!!!! Aku tahu saat hadiah-hadiah ini sampai kerumah kamu, kamu masih marah sama aku makanya aku nyiapin ini buat kamu. Aku harap kamu gak marah lagi setelah liat video ini yah. Di tahun ke 3 bareng kamu ini aku bakalan bilang alasan kenapa aku bisa jatuh cinta pada Lea Diandra. Pertama, Lea pemarah. Kedua, Lea jarang tersenyum, ketiga Lea itu gak jago masak dan semua hal itu buat seorang Rio Antanegoro jatuh cinta. Dan aku sangat suka saat Lea memakai Dress bewarna hitam dengan sepatu pemberianku persis saat makan malam anniversary kita yang pertama walaupun perut kamu kelihatan buncit dengan dress itu tapi aku suka. Aaah satu lagi ini adalah kado terakhir aku divideo ini. Aku akan mainin satu lagu buat kamu lagu dari Adelle- to make you feel my love
  Suara Rio menyanyi sangat membuatku  rindu padanya. Kenapa kamu mencintai kekuranganku Rio? Kenapa kamu gak pernah bilang kalau aku seperti itu. Ini bukan kado terakhir divideo tapi ini adalah kado terakhir untuk selama-lamanya.
Rio apakah aku terlambat untuk mengatakan aku sangat mencintai kamu karena kamu adalah satu-satunya pria yang mencintai kekuranganku?


Finn.                                          

2 komentar:

Unknown mengatakan...

waaaw sedikit teringat dengan kisahku . memang benar mbak semua orng yang emncintai kita itu ada alasan trsendiri kenapa ia mencintai kita. tak selamanya apa yang kita inginkan selalu diberi oleh orang yg kita cinta tapi yg kita buthkan selalu ia berikan..

i proud of your love. both of you

Fadhilaarahma mengatakan...

this tragic story ,but thx for comment ya :)

Posting Komentar