1.
PENGERTIAN KUALITAS
Kualitas atau mutu adalah tingkat baik buruknya atau
taraf atau derajat sesuatu [1]. Istilah ini banyak digunakan dalam dalam bisnis, rekayasa, dan manufaktur dalam
kaitannya dengan teknik dan konsep untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, seperti Six
Sigma, TQM, Kaizen,
dll.
2.
PENGERTIAN DIMENSI DAN DIMENSI KUALITAS
PRODUK DAN JASA
Dimensi Kualitas
Produk
Menurut Tjiptono (2008), kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan. Kualitas suatu produk baik berupa barang atau jasa ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Dimensi kualitas produk menurut Tjiptono (2008) adalah:
1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk.
2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya produk.
3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
5. Reliability (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan.
8. Serviceability, meliputi kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staf layanan.
Kemudian, menurut Vincent Gaspersz (2005 dalam Alma, 2011) dimensi-dimensi kualitas produk terdiri dari:
Menurut Tjiptono (2008), kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan. Kualitas suatu produk baik berupa barang atau jasa ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Dimensi kualitas produk menurut Tjiptono (2008) adalah:
1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk.
2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya produk.
3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
5. Reliability (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan.
8. Serviceability, meliputi kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staf layanan.
Kemudian, menurut Vincent Gaspersz (2005 dalam Alma, 2011) dimensi-dimensi kualitas produk terdiri dari:
3.
Manajemen dasar kualitas
1. Kinerja (performance), yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti.
2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap.
3. Kehandalan (reliability), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal pakai.
4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
5. Daya tahan (durability), yaitu berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan.
6. Serviceability, meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah direparasi, penanganan keluhan yang memuaskan.
7. Estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indera.
4.
TOTAL QUALITY MANAJEMEN/ TOTAL KUALITAS MANAJEMEN
TQM atau Total
Quality Management (Bahasa Indonesia: manajemen
kualitas total) adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada
semuaproses dalam organisasi.
Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah "suatu pendekatan manajemen
untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi
semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan
pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta
masyarakat."
Filosofi dasar dari TQM adalah "sebagai efek dari kepuasan
konsumen, sebuah organisasi dapat mengalami kesuksesan."
Kendaraan yang digunakan dalam TQM:
1.
Manajemen
Harian
2.
Manajemen
Kebijakan
3.
Manajemen Cross-functional
4.
Gugus
Kendali Mutu
5.
Manajemen
Keselamatan Kerja
TQM telah digunakan secara luas dalam manufaktur, pendidikan, pemerintahan,
dan industri jasa, bahkan program-program luar
angkasa dan ilmu pengetahuan NASA.
5.
Kualitas dan keunggulan kompetetif
TMQ adalah subjek yang popular saat ini karena majemen puncak
yang memahami bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui
kualitas.
1. Kehilangan
bisnis, karna tidak memenuhi standar kualitas dari pelangan perusahaan bisnis.
2. Tuntutan
hukum, dengan menghasilkan produk dan menyediakan jasa yang berkualitas buruk,
prusahaan di tuntut oleh pelangan atas kerusakan atau kecelakaan.
3. Kehilangan
produktifitas, material berkualitas rendah mesin yang using atau tidak dapat
lagi
4. Biaya-
biaya, prusahaan mengikuti proses manajemen kualitas dengan kesadaran penuh
bahwa ada biaya yang timbul.
2. Keuntungan
kualitas yang baik
Keuntungan yang di dapat perusahaan karna menyediakan produk dan
jasa berkualitas baik berasal pendapatan penjualan yang lebih tinggi biaya yang
lebih rendah, gabungan kedua menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan.
Sisi sebelah kiri adalah factor” yang di pengaruhi oleh
kebijakan, program dan prosedur kualitas perusahaan.
Hubungan “ dalam model ini adalah…
1. Pasar
yang di layani oleh industry mencangkup pelangan” dengan kebutuhan produk dan
jasa tertentu.
2. Penelitian
pemasaran mengidentifikasikan kebutuhan tersebut,
3. Pelangan
menganggap produk dan jasa perusahaan berkualitas dari pesaingnya.
4. Karna
di anggap lebih berkualitas, pelanggan bersedia membayar harga yang relative
lebih tinggi dari pada harga pesaing.
5. Karna
di anggap lebih berkulitas dan harganya lebih tinggi, produk tersebut di anggap
memiliki nilai yang relative lebih tinggi.
6. Nilai
relative lebih tinggi menghasilkan kenaikan dalam pasang pasar.
7. Berkat
program berkualitas, perusahaan dapat mengikuti spesifikasi pelanggan lebih
baik dari pada para pesaing.
8. Evektifitas
ini menghasilkan penurunan biaya dengan produksi produk yang di butuhkan secara
benar sejak pertama kali.
9. Penurunan
biaya di gabungkan pasang pasar yang lebih luas akan menghasilkan biaya yang
lebih muarah dari pada pesaing.
10. Gabungan dari keunggulan
relative di bidang harga, pasang pasar dan biaya menciptakan profitabilitas dan
pertumbuhan.
6.
Bagaimana
CBIS memperbaiki kualitas dan produk jasa , Berikan contoh kualitas produk
dan jasa.
Perusahaan menjual produk dan jasa pada para
pelanggan. Mereka adalah pelanggan eksternal yang berada di luar perusahaan.
Jasa informasi berhubungan dengan pelangan eksternal ini melalui system
informasi akutansi.
Sia memenuhi pesanan pelangan dan menyedikan dokumen” seperti
faktur dan laporan. IS juga memberikan pengaruh tidak langsung,
dengan menyediakan informasi dengan para pemakai. Mereka adalah pelangan
internal dan mereka ada di seluruh tingkat organisasional dan semua area
fungsional.
7. Menetapkan
Program TQM
Pendekatan
Top-Down
1. Tentukan
untuk mengikuti TQM.
2. Tetapkan
budaya kualitas.
8. Mencapai
Manajemen Kualitas dalam Jasa Informasi
. Mengontrol tingkat kualitas
- Kontrol kualitas dilaksanakan untuk memastikan bahwa
proses produksi dapat memenuhi standar kualitas yang telah
ditetapkan
- Untuk memastikan bahwa kualitas tetap terjaga, secara
periodik perusahaan mengevaluasi karakteristik yang
digunakan untuk mengukur kualitas produk.
- Kontrol dapat dilakukan oleh/dengan :
a. Kontrol oleh karyawan
- Satu orang dapat ditugaskan untuk menilai komponen
pada setiap tahap lini rakitan
- Suatu tim karyawan dpt diberi tanggung jawab untuk
menilai kualitas produk pada berbagai tahap proses
produksi
- Kelompok kerja kontrol kualitas adalah sekelompok
karyawan yang bertugas menilai kualitas produk dan
memberi saran perbaikan.
b. Kontrol oleh tehnologi
- Dapat dilakukan oleh komputer
- Komputer dapat menentukan apakah setiap komponen
suatu produk yang dihasilkan telah memenuhi standar
kualitas tertentu
- Mesin yang dikontrol komputer mempunyai sensor
elektronis yang dapat memilah bagian-bagian yang
cacat.
c. Kontrol oleh sistem pengambilan contoh
- Memilih secara acak beberapa produk yang telah
dihasilkan dan diuji untuk menentukan apakah produk
tersebut telah memenuhi standar kualitas.
d. Kontrol dengan memantau keluhan
- Kualitas harus dinilai bukan saja pada saat produk
dibuat, tapi juga setelah produk terjual.
- Salah satu cara menilai kualitas produk yang telah
terjual adalah memantau proporsi produk yang
dikembalikan atau dengan memantau keluhan
pelanggan
e. Kontrol dengan melaksanakan survai
Mengoreksi Defisiensi
- Proses kontrol tidak hanya mendeteksi defisiensi kualitas, tapi
juga digunakan untuk mengoreksinya.
- Faktor-faktor penyebab kualitas defisiensi :
a. Bahan baku mungkin tidak baik
b. Kualitas kerja karyawan mungkin tidak baik
c. Mesin dan peralatan yang dipakai untuk memproduksi mungkin
tidak berfungsi dengan baik.
- Kontrol kualitas dilaksanakan untuk memastikan bahwa
proses produksi dapat memenuhi standar kualitas yang telah
ditetapkan
- Untuk memastikan bahwa kualitas tetap terjaga, secara
periodik perusahaan mengevaluasi karakteristik yang
digunakan untuk mengukur kualitas produk.
- Kontrol dapat dilakukan oleh/dengan :
a. Kontrol oleh karyawan
- Satu orang dapat ditugaskan untuk menilai komponen
pada setiap tahap lini rakitan
- Suatu tim karyawan dpt diberi tanggung jawab untuk
menilai kualitas produk pada berbagai tahap proses
produksi
- Kelompok kerja kontrol kualitas adalah sekelompok
karyawan yang bertugas menilai kualitas produk dan
memberi saran perbaikan.
b. Kontrol oleh tehnologi
- Dapat dilakukan oleh komputer
- Komputer dapat menentukan apakah setiap komponen
suatu produk yang dihasilkan telah memenuhi standar
kualitas tertentu
- Mesin yang dikontrol komputer mempunyai sensor
elektronis yang dapat memilah bagian-bagian yang
cacat.
c. Kontrol oleh sistem pengambilan contoh
- Memilih secara acak beberapa produk yang telah
dihasilkan dan diuji untuk menentukan apakah produk
tersebut telah memenuhi standar kualitas.
d. Kontrol dengan memantau keluhan
- Kualitas harus dinilai bukan saja pada saat produk
dibuat, tapi juga setelah produk terjual.
- Salah satu cara menilai kualitas produk yang telah
terjual adalah memantau proporsi produk yang
dikembalikan atau dengan memantau keluhan
pelanggan
e. Kontrol dengan melaksanakan survai
Mengoreksi Defisiensi
- Proses kontrol tidak hanya mendeteksi defisiensi kualitas, tapi
juga digunakan untuk mengoreksinya.
- Faktor-faktor penyebab kualitas defisiensi :
a. Bahan baku mungkin tidak baik
b. Kualitas kerja karyawan mungkin tidak baik
c. Mesin dan peralatan yang dipakai untuk memproduksi mungkin
tidak berfungsi dengan baik.
9.
Menetapkan Kualitas Informasi Sistem dalam
Perspektif..
Kualitas
sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru bagi IS. Banyak perusahaan yang telah
bertahun – tahun membuat usaha terpadu untuk mencapai kualitas. Namun, yang
baru adalaha perhatian pada kualitas IS dalam konteks budaya kualitas
perusahaan.