Aku tidak pernah tau apa yang akan terjadi esok hari, aku
juga tidak bisa menebaknya dengan pasti. Kehidupan memeberikan
kejutan-kejutannya yang tak pernah kusangka, kadang ditengah kesulitan aku
diberikan kemudahan dan sebaliknya saat aku diberi kemudahan aku setelah itu
aku diberi cobaan.
Dulu saat
dimasa SD aku adalah seorang anak pindahan yang bisa dikatakan kurang pergaulan
dan tidak berani mengatakan apa yang ingin kukatakan, akibatnya aku menjadi
korban bully-an saat SD dan aku benci
saat harus mengingat hal itu karena yang mereka lakukan bukanlah hal yang ingin
sama sekali aku ingat, namun disaat aku merasa sendiri dengan semua caci makian
mereka datang seorang teman yang tidak ingin kusebut namanya dan seorang junior
perempuan yang juga menjadi tetanggaku. Mereka sama-sama menemaniku dalam kesusahan
namun mereka memiliki perbedaan.
Ya mereka
menyelamatkanku dari bully dan mereka menjadi sahabatku. Junior perempuan yang aku ceritakan dia adalah
seorang yang bisa dikatakan gadis yang berani, saat aku terpojok oleh
kawan-kawan sebayaku dengan beraninya dia bisa meneriaki mereka untuk pergi dan
kata-kata yang paling kuingat darinya adalah “jangan takut! Mereka semua pembohong”. Dari saat itu aku sering
bermain dengannya, namun pertemanan kami tak
berlangsung lama karena dia harus pindah kedaerah yang cukup jauh dan
sejak saat itu aku tidak tau bagaimana kabarnya.
Sahabat
… ahh tidak maksudku adalah teman yang menyelamatkanku dari bullying adalah
teman sekelasku, bahkan dia rela menjadi teman sebangkuku agar aku tidak merasa
dijauhi. Ya hampir setiap hari kami melakukan hal bersama-sama, mengerjakan
tugas, bermain boneka Barbie layaknya anak perempuan pada umurnya, bahkan kami
merayakan ulangtahun kami berdua. Namun sayang pertemanan kami merenggang saat
aku memasuki sekolah menengah pertama, karena sesuatu hal sepertinya dia tidak
ingin berteman denganku dan aku mengetahui hal itu dari sahabat barunya,
terdengar kekanan-kanakan tapi memang cukup menyakitkan. Dan aku merahasiakan
kenangan pertemanan kami sampai aku duduk dibangku SMA. Kami sekolah ditempat
yang sama tapi kami bertindak seolah baru kenal sehari.
Pada akhirnya
aku menyadari semua orang yang ada didekatku akan datang dan pergi darimaka itu
aku tidak bisa terlalu menggenggam erat mereka karena mereka akan pergi saat
aku tidak ingin melepaskannya.
Cerita ini bukan cerita pribadi penulis melainkan didiadopsi dari seorang
teman berinisial M.N
0 komentar:
Posting Komentar