Kamis, 03 April 2014

Tugas Softskill 1 -Kewirausahaan dalam perspektif Sejarah- Indetifikasi peluang Usaha Baru

TUGAS SOFTSKILL BULAN I
“KEWIRAUSAHAAN 2”



1.      KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH
1.1 Kewirausahaan dalam Perspektif Sejarah

Para wirausahawan dunia muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi industry pada akhir abad kedelapan belas. Masa tersebut merupakan era produksi dengan menggunakan mesin yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt, mesin pemintal benang oleh Richard Arkwright, dll. Orang-orang jenis ini sangat penting dalam pembangunan perekonomian Inggris. Mereka menerapkan penemuan ilmu untuk tujuan produksi dan berusaha mendapatkan peningkatan output industry yang sangat besar melalui penggunaan teknologi baru.
Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa mempunyai uang dan bukan besar dari golongan bangsawan. Mereka muncul dari kelas menengah-bawah, didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan, mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama. Keberhasilan memberi arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan.
Inovasi adalah kunci penting
Wirausahawan revolusi Industri Inggris menunjukan kunci penting dalam membangun kepribadian semangat inovasi. Mereka terlbat dalam pengembangan penemuan untuk tujuan komersil dan menerapkan penemuan ilmiah untuk tujuan produksi. Keberhasilan mereka membuktikan adanya nilai dari pengerjaan sesuatu yang baru dan berguna atau mengerjakan sesuatu yang lama dengan cara baru dan lebih baik. Didalam usahanya, mereka menetapkan suatu nilai dasar yang harus diikuti oleh para wirausahawan, bahwa inovasi harus merupakan karakteristik utama dari usaha-usaha kewirausahaan. Kreatifitas adalah hakikat dari tindakan-tindakan kewirausahaan.

1.2 Karakteristik Wirausahaan

Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan artinya risiko yang di ambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung oleh komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai ada hasil. Hasil-hasil ini harus nyata/jelas dan objektif dan merupakan umpan balik bagi kelancaran kegiatannya. Dengan semangat optimis yang tingggi karena ada hasil yang diperoleh, maka uang selalu dikelolah secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya.
Dalam mencapai keberhasilannya, seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. Dalam Enterpreneurship and Small Enterprise Development Report (1986) yang dikutip oleh M. Scarborough dan Thomas W. immerer 1993;5) dikemungkinan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil,





Diantaranya memiliki ciri-ciri :

Proaktif, yaitu berinisiatif dan tegas
2.   Berorientasi pada prestasi, yang tercermin dalam padangan dan bertindak           terhadap peluang, orientasi efisiensi, mengutamakan kualitas pekerjaan, berencana, dan mengutamakan monitoring
      3.   Komitmen kepada orang lain, misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan
            Bisnis

1.3 Penentuan Potensi Kewirausahaan

Rencana pendirian suatu usaha berawal dari suatu cita-cita. Cita-cita tersebut harus dirumuskan menjadi tujuan-tujuan dasar yg menjadi suatu organisasi usaha. Organisasi usaha tersebut perlu menetapkan tujuan, agar dapat menentukan apa yg harus dilakukan, bagaimana mengembangkan rencana-rencana yg efektif, dan menentukan sasarannya serta menilai hasilnya.

 Bila dirangkai terbentuknya suatu organisasi professional berasal dari cita-cita / angan-angan (Aim), yang berkeinginan (Visi), menentukan suatu Misiyang tepat dan Tujuannya (Objective). Ke empat istilah diatas adalah:

 1.        Cita-cita (Aim), merupakan pernyataan umum tentang yg ingin dicapai dalam suatu bidang tertentu. Contoh:
§         Ingin menjadi pemimipin di bidang laundry dan dry cleaning.
§         Ingin menjadi pengusaha besar di bidang perdagangan modern

2.        Visi (Vision), merupakan pernyataan umum tentang arah apa yang harus dimiliki pada masa yang akan datang berkaitan dengan Aim (What do they want to have?). Contoh:
§         Ingin menjadi pemimpin no. 1 di pasar perdagangan retail
§         Ingin menjadi pemimpin no. 1 di pasar laundry dan dry cleaning
§         Dalam 5 tahun mendatang ingin memiliki 100 cabang usaha di seluruhIndonesia
§         Dalam 5 tahun mendatang ingin memiliki pendapatan penjualan 5 Milyar

3.        Misi (Mission), merupakan maksud utama dari suatu organisasi. Yakni, apa yang sedang dicoba/didambakan untuk menjadi yang diinginkan pada masa yang akan datang dan bersifat jangka pendek. (What do they want to be?). Contoh:
§         Menyediakan dan memastikan produk retail yang murah, berkualitas, berkelanjutan
§         Menyediakan produk dan pelayanan laudry yg cepat, aman dan berkualitas

4.        Tujuan (Objective), adalah membuat suatu misi menjadi lebih konkrit yang berhubungan dengan besaran, dimensi waktu dan siapa yang bertanggungjawab. Contoh:
§         Kenaikan pendapatan 5% dalam waktu 6 bulan
§         Peningkatan keuntungan 10% dalam waktu 1 tahun
§         Kenaikan peringkat pemegang pasar laundry untuk kawasan sekitar dalam waktu 2 tahun
§         Meningkatkan volume dan kualitas produksi dalam tahun ini.

1.4 Metode Analisa Diri Sendiri

Keinginan seseorang itu bersumber dari apa yang dimiliki, pengalaman masa lalu serta pengaruh dari apa-apa yang didengar dan dilihat. Karena merasa memiliki seseorang, maka si Cukong Berjidat Licin menginginkan orang tersebut tunduk-patuh-taat sesuai kehendaknya. Si Pejabat Berkantung Tebal sebagai seorang pejabat yang biasa mendapatkan pelayanan VIP akan berkeinginan selalu mendapatkan pelayanan yang sama setiap saat. Si Jenggot Kambing yang terbiasa mendengar dan melihat junjungannya dipuja-puja dengan cara tersendiri, tentu menginginkan orang lain melakukan hal yang sama. Ketika keinginan si Cukong Berjidat Licin, Pejabat Berkantung tebal dan Jenggot Kambing tersebut tidak terpenuhi, maka kan sedih, kecewa, tertekan dan marahlah mereka semua.

Kebanyakan orang memberdayakan akal budinya untuk mengusir perasaan-perasaan negatif tersebut dengan mencoba memahami mengapa orang lain tidak berpikir dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka. Mereka berupaya menempatkan diri di posisi orang tersebut, lalu melakukan affirmasi seperti,”Oh, dia bertingkah tidak sesuai dengan kehendakku kali ini karena sedang banyak masalah”. Padahal mereka tak kan pernah memahami seseorang seutuhnya dengan bercermin kepada diri mereka sendiri, karena apa yang dimiliki, pengalaman masa lalu serta apa-apa yang didengar dan dilihat oleh orang lain berbeda dengan diri mereka.

Pengembangan NACH

Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses.Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka, keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah.
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
Pengembangan nAch bagi tercapainya kondisi bagi keberhasilan psikologis,kondisi tersebut adalah menurut Chris Argyris
individu mampu mendefinisikan tujuan mereka sendiri 
tujuan” tersebut berhubungan dengan kebutuhan, kemampuan dan nilai-nilai mereka
Individu mendefinisikan arah dari tujuan” tersebut 
pencapaian tujuan tersebut mewakili tingkat aspirasi realistis bagi individu.






IDENTIFIKASI PELUANG USAHA BARU


Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi Eksternal Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya-sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.

Orientasi Eksternal didapat dari:
1.      Konsumen
Pemakaian barang dan atau jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk hidup lain, memenuhi kebutuhan mereka yang mungkin belum terpenuhi oleh produk/jasa yang telah ada.contohnya: kita tahu bahwa konsumen menginginkan adanya jasa pendidikan untuk anak-anak yang dibuat secara customize /khusus.
2.       Perusahaan yang sudah ada
Melakukan pengamatan terhadap usaha-usaha yang kira-kira bisa diterima oleh pasar dan melakukan modifikasi atas usaha tersebut sehingga punya keunggulan yang lebih. contohnya: kita tahu bahwa batik ternyata sedang digemari oleh masyarakat, maka kita bisa membuka usaha toko atau produsen batik, tetapi dengan penambahan value tertentu (merek atau rancangan yang menarik). Perlu diingat, meskipun kita seakan-akan mencontoh dari usaha yang telah ada, kita tetap harus tunduk dengan aturan yang berlaku, misalnya aturan tentang hak paten.
3.       Saluran distribusi
Lokasi  kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, sehingga penggunanya sesuai dengan yang diperlukan.
Mendapatkan ide usaha/produk baru dari saluran distribusi karena merekalah yang langsung berhubungan dengan konsumen sehingga biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen. Contohnya: saat ini kita sudah memproduksi keripik yang dititipkan ke warung-warung (warung di sini termasuk saluran distribusi), maka kita bisa meminta masukan dari si pemilik warung, kira-kira jenis jajanan apalagi yang disukai oleh konsumen
4.      Pemerintah
Ide usaha bisa di dapat dari berbagai macam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Contohnya: pemerintah mengeluarkan larangan ekspor rotan mentah, maka kita bisa mendirikan usaha pengolahan rotan. Dengan adanya larangan peraturan yang dibuat pemerintah tersebut memacu kita untuk berwirausahaan dan peranan pemerintah juga diperlukan
5.      Penelitian dan Pengembangan
Usaha baru seringkali didapat dari hasil penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru. Contohnya: kita berhasil menemukan cara untuk membuat brownies yang enak dari ubi, maka kita bisa mengembangkan penemuan tersebut sebagai usaha baru.

Orientasi Internal didapat dari:
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu:
1.      Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan.
2.      Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya.
3.      Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan

Proses inovasi:
1.      Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
2.      Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
3.      Menguraikan masalah-masalah
4.      Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan
5.      Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
6.      Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
7.      Mencari pemecahan sementara
8.      Meneliti pemecahan dengan hati-hati
9.      Bergerak terus jika semuanya baik
1.      Mencapai keberhasilan


Jenis-jenis inovasi :
1.      Jenis inovasi terobosan
Dasar inovasi lebih lanjut dalam suatu bidang, inovasi tersebut harus sedapat mungkin dilindungi oleh paten yang kuat,rahasia perdagangan dan hak cipta. Inovasi terobosan meliputi berbagai seperti penisilin, mesin uap, computer, pesawat terbang, mobil, internet, dan nanotektologi.
2.      Jenis inovasi tenologi
Munculnya lebih sering bila dibandingkan dengan inovasi terobosan dan pada umumnya tidak berada tingkat yang sama dengan penemuan ilmiah dan kemajuan. Meski demikian, inovasi-inovasi yang sangat berati, karena inovasi tersebut benar-benar menawarkan kemajuan di area produk atau pasar.
3.      Jenis inovasi biasa
Merupakan inovasi yang paling sering muncul. Inovasi yang jumlahnya lebih banyak ini biasanya mengembangkan inovasi teknologi menjadi produk atau jasa yang lebih baik atau inovasi yang memiliki daya tarik pasar yang berbeda biasanya lebih baik. Inovasi ini berasal dari analisis dan daya tarik pasar, bukannya dorongan teknologi. Dengan perkataan lain, pasar memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap inovasi ( daya tarik pasar ) bila dibandingkan dengan teknologi ( dorongan teknologi )


Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru:
  Kebutuhan akan sumber penemuan
 Hobi atau kesenangan pribadi
  Mengamati kecenderungan-kecenderungan
Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
Mengapa tidak terdapat ?
Kegunaan lain dari barang-barang biasa
Pemanfaat produk dari perusahaan lain

Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk:
1.      Tahap Gagasan
Proses pengembangan produk baru berawal dari pencarian ide. Ide produk baru dapat berasal dari sejumlah sumber, misalnya departemen riset dan pengembangan, konsumen, ilmuwan, pesaing, karyawan (terutama wiraniaga), anggota saluran distribusi (distributor), dan manajemen puncak. Biasanya gagasan yang muncul dari sisi teknologi pemisahaan cenderung akan dirunuskan dalam technological terms (misalnya, gagasan mobil baru didasarkan pada desain yang diperbaiki untuk aerodinamis) atau karakteristik fisik (seperti ponsel baru yang lebih ringan dan kecil). Bila gagasan berasal dari konsumen atau distributor, kecenderungannya adalah bahwa ide tersebut dijabarkan dalam konteks manfaat pemecahan masalah (misalnya, koper atau tas yang dapat mudah dimasukkan ke dalam overhead compartment di pesawat). Oleh sebab itu, konsep produk baru harus dinyatakan dalam dua aspek:
·         Spesifikasi manfaat yang bakal diterima oleh para pelanggan potensial.
·         Definisi atribut fisik atau teknologi yang dapat menghasilkan manfaat-manfaat tersebut.
2.      Tahap Konsep
Tahap penyaringan ide terdiri atas sejumlah aktivitas yang dirancang untuk mengevaluasi suatu konsep produk baru. Konsekuensinya, akan ada banyak konsep baru yang dieliminasi dalam tahap ini. Setidaknya, informasi yang diperoleh dalam tahap penyaringan dapat membantu pihak manajamen untuk:
·         Memproyeksikan tingkat permintaan potensial.
·         Mengidentifikasi peluang keberhasilan produk.
·         Memperkitakan tingkat kanibalisasi
3.      Tahap Pengembangan Produk
Ide-ide yang menarik harus disempurnakan menjadi konsep produk yang dapat diuji. Ada perbedaan antara ide produk, konsep produk, dan citra produk. Yang dinamakan ide produk adalah produk yang mungkin ditawarkan perusahaan ke pasar. Konsep produk merupakan versi yang lebih rinci dari suatu ide yang dinyatakan dalam istilah yang dimengerti konsumen. Sedangkan citra produk ialah gambaran khusus yang diperoleh konsumen mengenai produk yang masih potensial ataupun yang sudah aktual.
Pengembangan produk merupakan upaya teknis yang mengubah suatu konsep menjadi produk nyata (working product).
4.      Tahap Uji Pemasaran
Tujuan tahap ini adalah untuk:
1)      Memberikan penilaian yang lebih rinci mengenai peluang sukses produk baru.
2)      Mengidentifikasi penyesuaian-penyesuaian akhir yang dibutuhkan untuk produk, dan
3)      Menetapkan elemen-elemen penting dalam program pemasaran yang akan digunakan untuk memperkenalkan produk di pasar.
5.      Tahap Komersialisasi
Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar.
5 langkah untuk merumuskan tujuan bauran produk – pasar :
·         Pemeriksaan kecenderungan penting dalam lingkungan bisnis dari daerah produk pasar.
·         Pemeriksaan kecenderungan pertumbuhan dan kecenderungan keuntungan
·         Pemisahan bidang produk – pasar yang akan menarik ke depan maupun daerah yang akan tertarik
·         Pertimbangan mengenai kebutuhan atau diperlukannya tambahan produk atau daerah pasaran baru pada bauran
·         Derivasi profil bauran produk – pasar optimum namun realistis didasarkan pada kesimpulan yang dicapai pada langkah 1 sampai 4

1 komentar:

Tsyt mengatakan...

Menarik banget blognya,apalagi ditambah dengan fitur yang membuat kita bisa denger lagu

Posting Komentar