Rabu, 01 April 2015

ANALISIS RASIO

Nama    :               Fadhila Rahma
Kelas     :               3DA02
NPM      :               42212613
ANALISIS RASIO KEUANGAN MENURUT BUKU
MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN UNTUK UKM DENGAN MICROSOFT EXCEL” karya Johan Arifin

ANALISIS RASIO KEUANGAN
                Analisis laporan keuangan memerlukan ukutan yang biasa disebut dengan istilah rasio. Rasio memiliki pengertian alat yang dinyatakan dalam arithmetical terms yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan dua macam data finansial. Terdapat banyak rasio analisis yang dapat dibuat menurut kebutuhan penganalisa. Namun secara umum dalam beberapa literatur menjadi 4 kelompok bagian yaitu :

Ø Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansal jangka pendek. Rasio likuiditas dapat dihitung berdasarkan informasi modal kerja dari pos-pos aktiva lancar. Beberapa  jenis rasio Likuiditas dan rumus perhitungannya dijelaskan berikut ini:
               
Ø Current Ratio
Current Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Rumus untuk menghitung Current Ratio sebagai berikut :

                       CURRENT RATIO :  AKTIVA LANCAR
                                                           KEWAJIBAN LANCAR

Ø Cash Ratio atau Ratio of Immediate Solvency
Cash ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dan efek (surat berharga) yang dapat segera dicairkan. Rumus utuk menghitung Cash Ratio sebagi berikut:

                       CASH RATIO       :               KAS – EFEK
                                                                       KEWAJIBAN LANCAR
Ø Quick Ratio atau Acid Test Ratio
Quick Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang  lebih likuid (liquid asset) Rumus untuk menghitung Quick Ratio sebagi berikut :
                      
                      
                       QUICK RATIP      :               KAS – EFEK – PIUTANG
                                                                       KEWAJIBAN LANCAR
Ø Working Capital to Total Assets Ratio
Working Capital to Total Assets Ratio digunakan untuk mengukur likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (NETO) :

Working Capital to Total Assets Ratio = aktiva lancar-kewajiban lancar
                                                                                       Jumlah Aktiva
Ø RASIO LAVERAGE

Rasio Laverage (Rasio Hutang) rasio ini digunakan untuk mengukut seberapa jauh aktiva. Perusahan dibiayai dengan hutang atau dibiayai oleh pihak luar. Data yang digunkan untuk analisis laverage adalah neraca dan laporan laba rugi. Rasio laverage diantaranya sebagai berikut :

Ø Total Debt to Equity Ratio
Total debt to equity ratio digunakan untuk mengukur bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan kewajban atau hutang. Rumus untuk  menghitung total debt to equity sebagai berikut :

       Total Debt to Equity Ratio = Kewajiban Lancar – Kwajiban JK Panjang
                                                                                       Jumlah Modal Sendiri

Ø Total Debt to Total Capital Assets
Totaal Debt to total capital assets digunakan untuk mengukur bagian aktiba yang digunakan untuk menjamin keseluruhan kewajiban atau hutang. Rumus untuk menghitungnya sebagai berikut :

       Total Debt To Total Capital Assets  :  Kewajiban lancar -  Kewajiban Jk Panjang
                                                                                                       Jumlah Aktiva
Ø Inventory Turnover
Inventory Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada suatu periode tertentu atau likuiditas dari persediaan dan tendensi adanya overstock. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagi berikut:

Inventory Turnover               = Harga Pokok Penjualan
                                                       Persediaan Rata- Rata

Ø Average Day’s Inventory
Average Day’s Inventory  digunakan untuk mengukur periode hari rata-rata persediaan barang daganangan berada digudang perusahaan. Rumus untuk menghubunginya adalah sebagai berikut :


                       Average Day’s Inventory  : Persediaan Rata-Rata x 360
                                                                             Harga   Pokok Penjualan


Ø Working Capital Turn Over
Working Capital Turn Over digunakan untuk mengukur kemampuan modal kerja (neto) yang berputar pada suatu periode siklus kas yang terdapat diperusahaan dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Working Capital Turn Over =                             Penjualan Netto
                                                                       Aktiva Lancar -  Kewajiban Lancar





0 komentar:

Posting Komentar